Kantor Pusat Penelitian Gula

Penataran Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kediri 64175 - Jawa Timur.

Laboratorium Kultur Jaringan

Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman tebu.

Laboratorium Tanah, Pupuk dan Daun

Laboratorium Pengujian Tanah, Pupuk Dan Daun (Tanaman Tebu)

Pelayanan Bibit

Pelayanan Bibit di Wilayah PTPN X.

'Bangsal Persilangan

Persilangan Tanaman Tebu.

Laboratorium Hama dan Penyakit

Laboratorium Hama dan Penyakit (Tanaman Tebu).

Mekanisasi

Implemen mekanisasi di Pusat Penelitian Gula.

Pages

Tuesday 18 December 2012

Pelatihan Pengendalian Terpadu Hama Uret Pada Tanaman Tebu


Hama merupakan salah satu faktor kendala dalam budidaya tebu. Salah satu hama penting pada pertanaman tebu di lahan tegalan (kering) adalah uret. Uret merupakan hama endemik di HGU Jengkol, PG Pesantren Baru dan HGU Sumber Lumbu, PG Ngadiredjo dimana pada masa giling tahun 2012 ini menjadi salah satu faktor yang menurunkan produktivitas. Menurut Etik M. Achadian, peneliti Kelti Proteksi Tanaman P3GI Pasuruan, sebagian besar jenis uret yang menyerang tanaman tebu adalah Lepidiota stigma dan Euchlora viridis. Namun, jenis uret yang paling banyak menimbulkan kerugian pada pertanaman tebu di Jawa khususnya di wilayah PTPN X adalah Lepidiota stigma.

Penyampaian materi pengendalian terpadu hama uret


Sebagai upaya untuk mengendalikan populasi hama uret dan meningkatkan pengetahuan petugas tanaman mengenai pengendaliannya, maka dilaksanakan Pelatihan Pengendalian Terpadu Hama Uret Pada Tanaman Tebu pada tanggal 12-13 Desember 2012 di HGU Sumber Lumbu, PG Ngadiredjo. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Penelitian Gula Jengkol bekerjasama dengan P3GI Pasuruan dan BSES Australia yang didanai oleh ACIAR Project Hort 2006/147. Pelatihan diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari perwakilan SKW dan RC QC On Farm seluruh Pabrik Gula se-PTPN X serta Unit Pengembangan Tuban Bojonegoro, koordinator HGU Jengkol dan HGU Sumber Lumbu, serta Penelitian Gula Jengkol.

    
Light trap imago uret

Pengendalian uret secara mekanis meliputi pengumpulan larva atau uret secara manual pada saat pengolahan tanah (bajak dan air), pengendalian imago secara mekanis menggunakan light trap. Pengendalian secara kultur teknis meliputi pengaturan masa tanam tebu, pengolahan tanah secara intensif, pergiliran tanaman, serta penggunaan tanaman perangkap. Sedangkan pengendalian secara biologis menggunakan parasitoid dan predator, namun yang paling banyak dilakukan adalah penggunaan jamur entomopathogen Metarhizium anisopliae dan Beauveria sp. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penggunaan insektisida berbahan aktif carbofuran seperti Furadan 3G, Indofuran 3G, dan Petrofur 3G, maupun Diazinon 10G.

Praktek lapang aplikasi insektisida semprot

Granuler jamur entomopathogenik Metarhizium anisopliae

Setelah materi kelas, pelatihan dilanjutkan dengan praktek lapang light trap pada sore harinya, yang bertujuan untuk mengendalikan dan memonitor hama uret dengan cara menangkap imago yang terkena jebakan cahaya. Awal musim hujan  (Oktober-Desember) merupakan saat dimana fase imago uret melakukan penerbangan untuk mencari pasangan (kawin) dan makan. Waktu pelaksanaan light trap yang paling tepat dilakukan pada pukul 18.00-19.00 WIB.
Pada hari kedua pelatihan dilakukan praktek lapang aplikasi insektisida dengan cara semprot dan injeksi serta aplikasi jamur entomopathogen Metarhizium anisopliae produksi P3GI Pasuruan. Aplikasi insektisida dengan cara disemprot dilakukan bersamaan tanam, sedangkan cara injeksi dilakukan pada tanaman tebu yang sudah tumbuh (± umur 2 bulan) maupun pada tanaman ratoon. Setelah praktek lapang, dilanjutkan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Terpadu Hama Uret untuk seluruh wilayah kerja PTPN X. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat serta menularkannya kepada petugas lain dan para petani khususnya, sehingga populasi hama uret dapat ditekan yang akhirnya akan berdampak pada pengamanan produktivitas. (Shadan)








Thursday 13 December 2012

Workshop Uji Profisiensi Tanah, Tanaman dan Pupuk Organik




Sebagai laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025-2005, Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk Penelitian Gula Jengkol berkewajiban untuk melaksanakan manajemen sistem mutu untuk menjamin mutu data analisis yang dihasilkannya demi kepuasan pelangggan. Pelaksanaan manajemen sistem mutu laboratorum dipantau melalui audit eksternal dan internal. Selain itu, laboratorium juga mengikuti program uji silang sebagai bagian dari kegiatan pengendalian mutu data hasil analisisnya.
 Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu layanan dan data hasil analisis laboratorium kimia tanah, maka Penelitian Gula Jengkol, Penelitian Tembakau Klaten, dan Penelitian Tembakau Jember mengikuti workshop Uji Profisiensi Hasil Analisis Tanah, Tanaman dan Pupuk Organik yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian pada hari Senin, 10 Desember 2012 bertempat di Auditorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor, dengan peserta para penanggung jawab laboratorium yang berasal dari seluruh Indonesia baik dari laboratorium yang berada di bawah Kementerian Pertanian, Laboratorium Universitas, Laboratorium Perusahaan BUMN maupun labortorium dari perusahaan swasta yang merupakan anggota atau peserta uji profisiensi tanah, tanaman, dan pupuk organik.
          Uji profisiensi merupakan evaluasi kinerja laboratorium terhadap kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya melalui uji banding antar laboratorium. Salah satu kegunaan uji banding antar laboratorium yaitu untuk mengevaluasi kinerja laboratorium dalam pengujian atau pengukuran tertentu dan pemantauan kinerja laboratorium secara berkesinambungan. Selain itu, uji profisiensi memberikan perangkat jaminan mutu bagi laboratorium secara individu, yang memungkinkan untuk membandingkan kinerja dengan laboratorium sejenis, untuk melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan serta untuk memfasilitasi improvement. Adapun peserta dari uji profisiensi yaitu laboratorium yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan yang belum maupun ingin mendapatkan akreditasi.
Berbagai materi yang disampaikan mengenai uji profisiensi meliputi Uji Profisiensi Menunjang Akreditasi Laboratorium SNI ISO/IEC 17025-2005 yang disampaikan oleh Fajarina Budiantari, S.TP, M.Si dari Komite Akreditasi Nasional, Teknik Investigasi dan Upaya Tindak Lanjut Hasil Uji Profisiensi yang disampaikan oleh Drs. Nana Suryana M.Sc serta Perhitungan atau Pengolahan Data Uji Profisiensi yang disampaikan oleh Dr. Tresna Yuliana dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Selain itu juga dilakukan diskusi teknis metode analisis untuk mengetahui sumber kesalahan dalam analisis tanah, tanaman dan pupuk yang disampakan oleh Sulaeman M.Sc dari Balai Penelitian Tanah.
Disamping materi mengenai pelaksanaan uji profisiensi, juga disampaikan materi mengenai dukungan kelayakan lembaga pengujian dalam pengawasan mutu pupuk untuk sektor pertanian yang disampaikan oleh Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian. Dalam materi ini dijelaskan mengenai dasar hukum pendaftaran pupuk, tujuan pendaftaran serta ketentuan-ketentuan umum formula pupuk dan pembenah tanah yang didaftarkan. Selain itu juga dijelaskan mengenai tata cara pendaftaran pupuk dan pembenah tanah serta beberapa kasus pengujian pupuk di lembaga uji dan pencegahannya serta upaya penyempurnaan pelaksanaan uji.
Diharapkan setelah pelaksanaan workshop tersebut, laboratorium dapat meningkatkan mutu layanan dan jaminan mutu data jasil analisis laboratorium serta dapat memahami persyaratan, teknik pelaksanaan dan evaluasi uji profisiensi. Dengan peningkatan mutu layanan laboratorium, pupuk yang beredar atau digunakan untuk pertanian terjamin mutu dan efektivitasnya sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No 12 Tahun 1992 pasal 37. (Shadan & Anwar)

Thursday 6 December 2012

Pertemuan Teknis P3GI


Pada hari Rabu, 5 Desember 2012, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mengadakan Pertemuan Teknis bagi seluruh stakeholder industri gula yang berlangsung di Pasuruan. Tema yang diusung pada pertemuan teknis kali ini adalah “Berbagi Pengalaman dalam Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi untuk Kemajuan Industri Gula Nasional”. Acara yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh ratusan insan gula seperti praktisi pabrik gula, peneliti, serta pemerhati industri gula.
Acara ini merupakan ajang berbagi informasi baik bidang on farm maupun off farm diantara stakeholder industri gula dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman serta efisiensi pabrik gula. Pertemuan ini terbagi tiga sesi yaitu sidang utama, sidang seksi on farm, serta sidang seksi off farm. Pada sidang utama, PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) memaparkan makalah tentang Peningkatan Kinerja PTPN X pada Musim Giling 2012 yang disampaikan oleh Kepala Bidang Budidaya PTPN X, Ir. Yadi Yusriadi, MM. Selain itu, terdapat tiga narasumber lain yang berasal dari P3GI, PTPN XI (Persero), serta Pabrik Gula Kebon Agung. Selain acara seminar, digelar juga pameran teknologi yang diikuti oleh P3GI, perusahaan pupuk, serta perusahaan alat-alat laboratorium.

Saturday 1 December 2012

Direktur Produksi Kunjungi Penelitian Gula




Kamis, 29 November 2012, Direktur Produksi PT. Perkebunan Nusantara X (Persero), Ir. Tarsisius Sutaryanto,MM didampingi Ir. Yadi Yusriadi, MM (Kepala Bidang Budidaya), Ir. Budi Adi Prabowo, MM (Administratur PG Ngadiredjo), dan Adi Baskoro, S.P. (Kepala Tanaman PG Ngadiredjo) berkunjung ke Penelitian Gula, Jengkol. Rombongan yang disambut Kepala Penelitian Gula, Budiarto, beserta staf langsung meninjau kebun klon-klon baru hasil persilangan. Tahun ini, Penelitan Gula telah berhasil melakukan persilangan tebu untuk mendapatkan varietas baru setelah mengirimkan beberapa penelitinya untuk belajar persilangan tebu di PT. Gunung Madu Plantations, Lampung.

Terdapat sedikitnya tujuh kombinasi persilangan yang dilakukan tahun ini dengan tetua varietas lokal maupun introduksi. Selain meninjau kebun klon hasil persilangan dan percobaan bangsal fotoperiod, Direktur Produksi berserta rombongan juga mengunjungi tempat pembibitan model bud chips (single bud planting) HGU Jengkol, PG Pesantren Baru yang letaknya persis disamping sebelah timur kantor Penelitian Gula. Pak T, sapaan akrab Bapak Direktur Produksi menekankan untuk menjaga kesehatan bibit bud chips dengan menjalankan secara konsisten Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.


Kunjungan diteruskan dengan mengamati pertumbuhan tanaman di kebun tebu giling (KTG) yang menggunakan bibit bud chips di HGU Jengkol. Setelah itu, Direktur Produksi langsung menuju Ruang Sidang Penelitian Gula untuk mengadakan rapat dengan para Administratur se-PTPN X dan dilanjutkan dengan menutup acara In House Training Sinder Kebun Kepala se-PTPN X yang telah berlangsung sejak hari Minggu (25/11/2012). (Shadan)