Kantor Pusat Penelitian Gula

Penataran Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kediri 64175 - Jawa Timur.

Laboratorium Kultur Jaringan

Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman tebu.

Laboratorium Tanah, Pupuk dan Daun

Laboratorium Pengujian Tanah, Pupuk Dan Daun (Tanaman Tebu)

Pelayanan Bibit

Pelayanan Bibit di Wilayah PTPN X.

'Bangsal Persilangan

Persilangan Tanaman Tebu.

Laboratorium Hama dan Penyakit

Laboratorium Hama dan Penyakit (Tanaman Tebu).

Mekanisasi

Implemen mekanisasi di Pusat Penelitian Gula.

Pages

Thursday 28 February 2013

Agribis Tebu Plus

Oleh : Ir. Budiarto, MMA

PENDAHULUAN
            Agribisnis tebu mempunyai peluang yang besar, mengingat sampai saat ini Indonesia masih mengimport gula, di samping itu dukungan sumberdaya juga tersedia cukup. Akan tetapi realitasnya agrisbisnis tebu masih belum menjanjikan, karena HPP Gula di tingkat petani masih relatif tinggi, sehingga pada saat ini dan ke depan kalau tidak diantisipasi juga tidak kompeittif. 

PTPN X Siap Berkontribusi Penuhi Kebutuhan Energi Nasional

Oleh : Sandi Gunawan


 Indonesia selama ini mengalami ketergantungan terhadap sumber energi jenis fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Jumlah pasokan dan cadangan minyak bumi di Indonesia yang semakin menipis disertai oleh kenaikan harga minyak bumi dunia yang meningkat tajam menjadi permasalahan nasional yang semakin dirasakan dewasa ini. Selain itu, dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pembakaran sumber energi fosil menjadi persoalan tersendiri yang harus dicari solusinya. Terkait hal tersebut, salah satu kebijakan pemerintah ialah mendorong upaya-upaya penggunaan sumber-sumber energi alternatif lainnya yang dianggap layak dilihat dari segi teknis, ekonomi, lingkungan hidup, dan terbarukan salah satunya bahan bakar nabati (biofuel) dan energi berbasis biomassa seperti cogeneration pabrik gula.

Melaju Bersama Varietas Menuju Swasembada Gula 2014

Oleh : Sayidatul Ahmad


“Tiada hari tanpa manisnya gula “, adalah  sepenggal kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan betapa gula merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat penting. Pemanfaatan gula oleh masyarakat yang sangat beragam, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung rumah tangga maupun untuk kebutuhan industri, merupakan salah satu penyebab kebutuhan gula dalam negeri yang selalu mengalami peningkatan. 

Industri Gula Terpadu, Tak Sekedar Mimpi!

Oleh : Sandi Gunawan


Pabrik Bioethanol yang terintegrasi dengan Pabrik Gula Gempolkrep di Mojokerto.
    (sumber : dokumentasi Capung Aerial Photo and Video).

 Jika ada suatu tanaman yang hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan, barangkali tebu lah salah satu jawabannya. Ya, mulai dari pangkal daun sampai ujung akar tanaman tebu dapat dimanfaatkan. Daun tebu dapat dijadikan pakan ternak hingga dongkelan tebu (sisa batang dan akar tebu yang masih tertanam di dalam tanah) juga dapat dijadikan biochar, yaitu arang yang mengandung bahan organik (c-organik) tinggi mencapai 38% dan berfungsi sebagai pembenah tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah1. Umumnya, khalayak hanya mengenal tebu sebagai tanaman penghasil gula. Padahal, tak terbatas sebagai tanaman penghasil gula, tebu juga dapat menghasilkan banyak produk turunan (co-product). Menurut Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), lembaga penelitian yang hampir 126 tahun meneliti tanaman tebu ini, lebih dari 150 macam produk, mulai dari produk pangan, bahan kimia, bahan furnitur, bahan bangunan, pupuk, pakan ternak, kertas, produk farmasi, hingga listrik dapat dihasilkan dari tanaman tebu. Data tahun 2008 menunjukkan Indonesia memiliki 45 industri co-product tebu dengan 16 jenis produk. Namun ironisnya, 60% perusahaan yang bergerak bukan merupakan industri gula2. Pabrik gula hanya menjual bahan baku berupa hasil samping (by product) ke pabrik-pabrik penghasil produk turunan (co-product) tebu tersebut, sehingga pabrik gula sama sekali tidak mendapat nilai tambah dari usaha produk turunan tebu.

Dibalik Manisnya Gula

Oleh : Totok



Dibalik manisnya gula,ada sebuah perjuangan. Dimana perjuangan itu ialah upaya mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tebu yang menghasilkan gula, tumbuh bagus dengan produksi tinggi.Peran serta penelitian sangat dibutuhkan dalam rangka peningkatan kualitas tanah terhadap pertumbuhan tanaman tebu.            

Peran Laboratorium Tanah Dalam Mendukung Peningkatan Produktivitas Tanaman Tebu



Oleh : Purwo Nurhadianto


Dewasa ini kita sering mengenal atau mendengar istilah Laboratorium . Mulai dari laboratorium klinik, laboratorium forensik, laboratorium kimia, laboratorium uji sertifikasi, laboratorium tanah dan pupuk, laboratorium parasit, laboratorium kultur jaringan  dan lain lain. Memang dalam beberapa hal laboratorium itu sering dianggap atau dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan. Maka dari itu kita harus mengenal terlebih dahulu apa itu laboratorium. Menurut Procter (1981) istilah laboratorium adalah tempat atau ruangan dimana para ilmuwan bekerja dengan peralatan untuk penyelidikan dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda . Sedangkan menurut ISO / IEC Guide 2 1986, laboratorium adalah instansi atau lembaga yang melaksanakan kalibrasi atau pengujian . Sementara pengujian secara umum  adalah kegiatan teknis yang terdiri dari penetapan ,penentuan suatu unsur atau bahan   sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan1

Monday 25 February 2013

Harta Atau Limbah Bud Chips ?

Oleh : Sayidatul Ahmad




“Sumber Manisnya Kehidupan”, adalah ungkapan yang tidak berlebihan untuk menggambarkan keistimewaan dari tanaman tebu. Kandungan glukosa dalam batang tebu yang sangat tinggi dibandingkan dengan tanaman lain, menjadikan  tanaman yang termasuk dalam jenis rumput – rumputan ini  sebagai bahan utama pembuatan gula.

Tanah Subur Produksi Maksimal

Oleh : Eky Yusti Nugroho

PTPN X mengepakkan sayapnya selebar sayap burung garuda, yang menjadi lambang bangsa Indonesia, dengan merangkul PG Bone, PG Caming dan PG Takalar, PTPN X siap bersaing di pasar global demi meraih laba yang besar. Tak kalah heboh perusahaan yang bergerak dibidang pergulaan nasional tersebut akan mengubah pulau garam Madura menjadi pulau gula. Dimana pulau yang terkenal dengan karapan sapi tersebut, merupakan wilayah pengembangan PTPN X yang akan dibangun pabrik gula guna pemberdayaan masyarakat Madura serta meningkatkan pandapatan perusahaan. Oleh karena itu peningkatan kesuburan tanah perlu dilakukan demi mewujudkan impian perusahaan menuju produksi dan produktivitas yang maksimal.

Friday 22 February 2013

Pelayanan Prima Dalam Mendukung Kesuksesan Pabrik Gula


Oleh : Yandi Agung Setiawan 

Salah satu tantangan terbesar dalam peran pabrik gula menuju sugarcane based industry adalah menciptakan pelayanan prima yang baik internal maupun eksternal pabrik gula. Pelayanan yang baik dapat membawa pabrik gula menuju dalam sugarcane bases industry dan mampu bersaing di pasar bebas. Namun, pelayanan mana yang harus didahulukan oleh suatu pabrik gula? Kita lihat dulu dengan evaluasi manajemen pabrik gula apakah di dalam pabrik gula tersebut sudah baik dalam pelayanan internalnya apa belum. Contohnya menghargai hasil-hasil pekerjaan karyawan, bekerja secara tim, dll. Sedangkan untuk pelayanan eksternal yaitu memberikan pelayanan kepada rekanan/pelanggan/petani yaitu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada petani/rekanan/pelanggan. Dengan membangun pelayanan dari internal dan eksternal otomatis pabrik gula akan maju dan berkembang baik mulai dari pertumbuhan usahanya meningkat, profit perusahaan meningkat, kesejahteraan karyawan meningkat, karyawan puas, proses kerja dan kinerja meningkat, petani/rekanan/pelanggan puas.

Dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini sudah mulai banyak pembangunan-pembangunan yang dilakukan pemerintah di kota sampai di desa. Dan kalau saya lihat banyak pembangunan pabrik, gudang, perumahan di daerah-daerah yang dulunya masih lahan pertanian baik tanaman tebu maupun tanaman lainnya. Terus bagaimana apabila lahan-lahan itu habis untuk pembangunan, dimana lagi tanaman tebu ditanam? Apalagi di pulau jawa yang penduduknya semakin padat. Dengan membangun pelayanan prima di pabrik gula dan perencanaan pengembangan perlu dikembangkan guna mengatasi dampak-dampak yang akan terjadi dimasa datang. Kenapa didalam pabrik gula perlu manajemen ? Ya…. manajemen perusahaan itu penting guna mengatur pelayanan internal yaitu mengembangkan, merencanakan dan mengevaluasi tindak lanjut nya contoh : menata SDM pabrik gula, menata produktivitas dll. Terdapat dua pilihan yang dapat dipertimbangkan dalam upaya peningkatan produksi gula dalam negeri, yaitu meningkatkan serta mengoptimalkan kapasitas produksi Pabrik Gula yang ada, mencari inovasi-inovasi dalam hal varietas tanaman tebu, inovasi cara tanam agar menghasilkan rendemen tinggi dan anakan tanaman tebu yang banyak, inovasi dosis pemupukan yang tepat  dan membangun pelayanan prima disemua sector pabrik gula.

4 (empat) alasan mengapa pelayanan prima itu penting?? Pelayanan adalah tempat berkumpulnya uang dan pekerjaan, persaingan yang makin tajam, pemahaman yang semakin baik terhadap petani/rekanan/pelanggan, pelayanan prima petani/rekanan/pelanggan memiliki makna ekonomi.
Di Penelitian Gula - PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) tempat saya bekerja, disini Penelitian Gula mencoba memulai pelayanan prima untuk mensukseskan pabrik gula menuju sugarcane based industry yaitu dengan penanaman tebu mulai dari metode-metode pertanaman tebu yaitu persiapan lahan, pengolahan dan penanaman yang mengikuti kaidah masa tanam optimal , budidaya bibit dan  mencoba untuk hal-hal yang baru guna mencapai produktivitas gula ya misalnya mencari varietas-varietas tanaman tebu yang unggul melalui persilangan tanaman tebu, membuat bibit tanaman tebu dari kultur jaringan, uji coba metode tanaman bud chips di lahan yang sekarang ini lagi tren. Dan Uji analisa tanah, pupuk, daun yang dapat mengetahui kandungannya guna menentukan rekomendasi dosis pupuk yang akan diaplikasikan dilahan.Serta pelayanan kawalan hama dan penyakit tanaman tebu di 11 pabrik gula dengan menginformasikan serangan hama penyakit dalam bentuk peta kebun.


 Flow Chart Pelayanan Prima (Saptadjie RC Chem Learning Center, 2012)



Ya jangan dilihat pelayanan itu seperti pelayan…….bukan lohhhh….???

Dengan melihat flow chart diatas dapat disimpulkan dengan pelayanan prima maka pelanggan dimaksud petani tebu/rekanan/pelanggan dapat puas sehingga dampaknya juga petani tebu membawa teman untuk menanam tanaman tebu karena apa yang diharapkan tercapai atau akan mengembangkan usahanya lebih besar lagi yang dulunya 3,0 ha menjadi 30,0 ha karena pelayanan yang memuaskan di pabrik gula.
Perumpamaan misalnya anda pergi makan di MC Donald apa yang anda lihat? Bangunannya.., Orang yang datang…, pelayanannya…., makanannyaa…., harganya…… Silahkan pilih sendiri dalam hati… dan uraikan dalam pikiran anda …. Apa yang anda pilih itu semua termasuk dalam flow chart pelayanan prima. Tidak hanya di Mc Donald itu hanya contoh .. ??

Pelayanan prima perusahaan dimulai dari kepuasan karyawan perusahaan baru kepuasan petani/rekanan/pelanggan.

Akibat pelayanan prima buruk maka petani/rekanan/pelanggan akan memberitahu 11 petani/rekanan/pelanggan yang lainnya atau bisa lebih, yang kemudian menyampaikan kembali kepada lainnya.Terus bagaimana dampaknya ya otomatis petani tebu akan kecewa dan mungkin lahan yang semula ditanami tanaman tebu menjadi ditanami tanaman lainnya, bisa juga pelayanan yang tidak memuaskan diwaktu giling tebunya di kirim ke pabrik gula lain atau penggilingan gula merah, atau menanam tanaman tebunya bukan untuk diolah gula tetapi dibuat bisnis sari buah yang katanya saya dengar 1 ku nya harganya bisa mencapai Rp. 90.000,- lebih tinggi dari harga bibit.

Kiat pemulihan layanan yang tidak puas yaitu berusaha bertindak cepat dalam menyelesaikan apa yang membuat petani/rekanan/palanggan kecewa, bertanggung jawab dalam arti tidak melemparkan kesalahan, memiliki wewenang beri sesuatu yang bernilai.

Pelayanan prima terdiri dari :
1.      Bagaimana cara menjadi change agents atau perubahan di perusahaan?
Layani dan puaskan internal, lakukan perubahan yang ada dalam lingkup pengaruh anda, dan bertindak proaktif dan fokus dalam perubahan dalam mewujudkan tujuan bersama.



Diagram Change / Perubahan di Perusahaan. (Saptadjie RC Chem Learning Center, 2012)

Leadhership adalah proses dimana seorang individu mempengaruhi anggota-anggota kelompoknya untuk pencapaian tujuan kelompok atau organisasi di perusahaan. (Saptadjie

1.      Mengenal tipologi manusia..
Mengapa kita harus mengenal tipologi manusia apakah ada hubungannya di perusahaan ?
Dengan mengenal tipologi manusia membuka wawasan bahwa mengenali orang lain sebagai manusia akan sangat memudahkan kita melakukan pelayanan prima, dan memudahkan kita memberi pelayanan dan komunikasi yang tepat. Sebelumnya mengenali karakter kita sendiri sebelum mengenal karakter orang lain.

Menurut Widiarini,2012 Karakter tipologi manusia ada 4 (empat) yaitu

Phlegmatis (Peramah)
Pribadi yang analitis dan berjiwa mantap. Karakter phlegmatic yaitu bekerja secara mantap, sabar, konsisten, protektor, dan hati-hati, karyawan yang loyal, mengikuti instruksi, pendiam

Sanguinis (gembira)
Pribadi yang dapat mempengaruhi dan memberi inspirasi. Karakter sanguinis yaitu banyak ide, diplomatis, antusiasme tinggi, suka bergaul, dinamis, senang membantu, banyak ngomong.

Melankolis (Analitis)
Pribadi yang sensitive, baik budi dan taat. Karakter melankolis yaitu memiliki ketrampilan khusus, orang yang detail, memiliki standar yang tinggi, mengambil keputusan secara hati-hati dan seksama, bekerja secara akurat, supportive, sensitive

Koleris (penggerak)
Pribadi yang dominan dan menjadi pendorong. Karakter koleris yaitu dalam pengambil resiko, pengambil keputusan dengan cepat, tidak suka rutin, to the point, orang yang berfokus pada pencapaian hasil akhir, gigih, dan sulit ditebak.

Nah dari karakter diatas anda termasuk di karakter mana ???

2.      Komunikasi
Komunikasi diperusahaan merupakan dasar kita untuk mewujudkan pelayanan prima perusahaan. Etika berkomunikasi didalam sehari-hari kita bekerja merupakan hal yang kita butuhkan dalam mendukung pekerjaan. Komunikasi yang benar dan tepat dapat menghasilkan pekerjaan yang sempurna. Contoh apabila kita diperintah oleh atasan kita dengan komunikasi tidak begitu jelas, apa yang terjadi? Tentunya apa yang kita kerjakan tidak sempurna…,begitu pula dalam menghadapi para petani/rekanan/pelanggan kita gunakan etika berkomunikasi yang jelas, baik dan sopan. 


Didalam komunikasi tidak harus kita lakukan bertemu langsung, bisa melalui alat komunikasi yaitu handpone, media internet.


Studi menunjukkan bahwa rata-rata biaya untuk mendapatkan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan perusahaan 6 x lipat lebih mahal!!

Kepuasan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan perusahaan sebagai indikator kesuksesan bisnis dimasa depan pabrik gula.

Pada hakikatnya kepuasan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan merupakan strategi jangka panjang, karena dibutuhkan waktu cukup lama sebelum  bisa membangun dan mendapatkan reputasi atas layanan prima, dan kerapkali juga dituntut investasi besar pada serangkaian aktivitas yang ditujukan untuk membahagiakan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan saat ini dan masa depan. Program kepuasan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan relative mahal dan tidak mendatangkan laba dalam jangka pendek. Akan tetapi, hasilnya bisa dituai dalam jangka panjang dan manfaat tersebut dapat bertahan lama. Oleh karena itu, kepuasan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan merupakan indikator kesuksesan bisnis perusahaan dimasa depan. Ukuran kepuasan petani/rekanan/pelanggan dan karyawan lebih prediktif untuk kinerja masa depan ketimbang data-data dikomputer.

Pada akhirnya bentuk pelayanan prima pada petani/rekanan/pelanggan dan karyawan ini memiliki tujuan akhir memelihara hubungan baik pada petani/rekanan/pelanggan dan karyawan atau kata lainnya memanusiakan manusia …..sehingga kesinambungan di pabrik gula khususnya secara komersil dan sosial terus berlanjut hingga usahanya menjadi besar dan lebih besar lagi, tak heran jika pabrik gula akan semakin kuat dan berkualitas dalam menuju di sugarcane based industry.

Semoga  apa yang saya tulis dapat memberikan wawasan terhadap perusahaan khususnya Pabrik Gula PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) menuju sugarcane based industry dan mohon maaf apabila ada tulisan atau kata-kata yang kurang berkenan dihati pembaca.

Salam…Sukses …



REFERENSI

Saptadjie, A.R. 2012. QSE Leadership dan Customer Satisfaction. Workshop Leadership and  
              Satisfaction, 19-21 Maret 2012. RC Chem Learning Center. Bandung.




Widiarini, Y. 2012. Mengenal Tipologi Manusia. Workshop Leadership and Satisfacation, 19-21 
              Maret 2012. RC Chem Learning Center. Bandung

Thursday 21 February 2013

Mendulang Gula dengan Bud Chips


Oleh : Ir. Budiarto, MMA 


PENDAHULUAN   
Apa sih budchips itu ? Bud chips itu bibit tebu berupa mata tunas yang diambil dari bibit tebu. Cara ini sudah pernah dilaksanakan di P3GI Pasuruan, namun tidak  dapat berkembang. Budchips yang dimaksud adalah bud chips Columbia, yang diadopsi dari Columbia hasil studi banding anggota DPRD Jatim tahun 2011. Untuk produksi TG di sana rata-rata 136 ku hablur/Ha sedangkan untuk bibit pergandaannya 1 : 100, luar biasa!

Tuesday 12 February 2013

Peduli Lingkungan, Penelitian Gula Jengkol Olah Sampah Jadi Kompos



Sabtu (09/02), bertempat di SMAN 1 Kertosono, Penelitian Gula Jengkol memberikan pelatihan pembuatan kompos dari limbah organik atau sampah di sekolah tersebut, kepada sekitar 40 siswa yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup (KPLH). Kegiatan ini diawali oleh keresahan beberapa siswa yang melihat banyaknya sampah organik di lingkungan, namun tidak bisa diolah dengan baik padahal di sekolah sudah ada komposter dan mesin pencacah bahan organik dari pemerintah dan hampir 2 tahun tidak digunakan. Oleh karena itu, beberapa siswa berinisiatif untuk mengolah sampah tersebut dan meminta bantuan Penelitian Gula Jengkol. Sebagai unit penelitian milik PTPN X (Persero), Penelitian Gula Jengkol terpanggil untuk ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan salah satunya sampah organik.  

 
Pelatihan dimulai dengan pemberian materi di kelas mengenai kompos oleh Kepala Penelitian Gula Jengkol, Budiarto dan Kasi Kesuburan Tanah, Sandi Gunawan. Setelah itu, dilanjutkan dengan praktek lapangan di halaman depan sekolah. Pembuatan kompos diawali dengan pencacahan sampah terutama daun-daun kering  menggunakan mesin pencacah kemudian diberi dekomposer Bio N10 produksi Penelitian Gula Jengkol PTPN X. Kegiatan ini juga sekaligus mempromosikan dekomposer yang diproduksi oleh PTPN X yang sudah digunakan luas di seluruh pabrik gula PTPN X dan telah teruji efektivitasnnya. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilayangkan oleh para siswa serta aktif dalam praktek pembuatan kompos. Diharapkan dengan adanya pelatihan pembuatan kompos ini, para siswa terutama pihak sekolah dapat mengolah sampah menjadi kompos sehingga dapat menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan serta tidak menutup kemungkinan juga mendapatkan pendapatan dari penjualan kompos kepada para petani atau penghobi tanaman hias.