OLEH: Purnomo Aji ( Kepala Pusat Penelitian Gula Jengkol)
Kondisi iklim saat ini terus mengalami perubahan dan seringkali sulit untuk diprediksi, peningkatan CO2 di atmosfer diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim yang tidak menentu, Peningkatan CO2 diperkirakan naik 30% sejak abad 18 dan diprediksi akan terus meningkat dari 550 ppm menjadi 800 ppm.
Penggunaan bahan bakar fuel dari minyak bumi, perkembangan industry dan penggundulan lahan menjadi penyebab Peningkatan CO2 yang berakibat terjadinya pemanasan global, tanaman tebu juga diindikasikan berkontribusi pada peningkatan jumlah CO2 yaitu sekitar 2.4 Ton CO2 dilepaskan dari tanaman tebu per ha sebagai akibat pembakaran sisa trash (44%), penggunaan pupuk anorganik (20%) dan penggunaan bahan bakar fossil untuk operasional dikebun (18%).






