Kantor Pusat Penelitian Gula

Penataran Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kediri 64175 - Jawa Timur.

Laboratorium Kultur Jaringan

Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman tebu.

Laboratorium Tanah, Pupuk dan Daun

Laboratorium Pengujian Tanah, Pupuk Dan Daun (Tanaman Tebu)

Pelayanan Bibit

Pelayanan Bibit di Wilayah PTPN X.

'Bangsal Persilangan

Persilangan Tanaman Tebu.

Laboratorium Hama dan Penyakit

Laboratorium Hama dan Penyakit (Tanaman Tebu).

Mekanisasi

Implemen mekanisasi di Pusat Penelitian Gula.

Pages

Wednesday 17 October 2018

Aplikasi Fungisida untuk Meningkatkan Daya Perkecambahan Bibit Tebu dengan Perlakuan Air Panas/Hot Water Treatment (HWT)

Oleh :
Dita Widi Atmaja,SP.,  Sudarno

ABSTRACK

Perlakuan air panas/Hot water treatment (HWT) pada bibit merupakan salah satu cara untuk memperoleh bibit tebu yang terbebas dari beberapa jenis penyakit, antara lain penyakit Ratoon Stunting disease dan smut, tetapi perlakuan HWT dapat menurunkan daya perkecambahan bibit tebu hingga 20%-30%. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui cara meningkatkan daya perkecambahan bibit hasil HWT dengan aplikasi fungisida pada bibit. Percobaan dilakukan di Puslit gula Jengkol desa Plosokidul kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri,Jawa timur pada bulan Juli-Agustus 2018.

PENGARUH PENAMBAHAN FUNGISIDA PADA PAKAN BUATAN LARVA CHILO SACCHARIPHAGUS TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR


Oleh : 
SABAR DWI KOMARRUDIN1)
1)Pusat Penelitian Gula, PT Perkebunan Nusantara X

Abstrak

Pada pembiakan parasitoid Cotesia flavipes sebagai musuh alami hama Penggerek Batang Tebu (Chilo saccharipaghus) menggunakan pakan buatan sebagai pengganti sogolan tebu. Jamur yang tumbuh pada media pakan buatan meyebabkan media pakan tidak bisa dipakai lagi. Selain merusak kandungan nutrisi media pakan, jamur juga menyebabkan pertumbuhan larva terganggu. Penambahan fungisida diharapkan mampu menekan pertumbuhan jamur yang ada pada media pakan sehingga pertumbuhan larva juga normal. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dengan 3 ulangan. yaitu T1 (Media Pakan + Fungisida berbahan aktif benomil), T2 (Media Pakan + Fungisida berbahan aktif flutriafol) dan T3 Kontrol (Media Pakan tanpa penambahan fungisida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur tidak tumbuh pada T1 dan pertumbuhan larva tidak terpengaruh dengan adanya penambahan fungisida.

Kata Kuci: fungisida, pakan, jamur, Cotesia flavipes , Chilo saccharipaghus

Friday 12 October 2018

RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN SURVAILEN KAN TAHUN 2018



Pada hari Jumat tanggal 12 Oktober 2018 Puslit Gula Jengkol mengadakan rapat koordinasi persiapan survailen KAN untuk Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk.