Kantor Pusat Penelitian Gula

Penataran Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kediri 64175 - Jawa Timur.

Laboratorium Kultur Jaringan

Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman tebu.

Laboratorium Tanah, Pupuk dan Daun

Laboratorium Pengujian Tanah, Pupuk Dan Daun (Tanaman Tebu)

Pelayanan Bibit

Pelayanan Bibit di Wilayah PTPN X.

'Bangsal Persilangan

Persilangan Tanaman Tebu.

Laboratorium Hama dan Penyakit

Laboratorium Hama dan Penyakit (Tanaman Tebu).

Mekanisasi

Implemen mekanisasi di Pusat Penelitian Gula.

Pages

Wednesday 2 November 2022

UJI EFIKASI HERBISIDA BERBAHAN AKTIF DIURON MEREK KARMEX DI KEBUN PUSAT PENELITIAN GULA PT PERKEBUNAN NUSANTARA X

 Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, karena tebu adalah tanaman penghasil gula dan menjadi salah satu komoditas pangan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas tebu adalah persaingan tanaman tebu dengan gulma. Hal ini terjadi karena tanaman tebu dan gulma mengalami persaingan dalam mencari air, memperebutkan unsur hara dan sinar matahari. Pengendalian gulma dilakukan dengan berbagai cara seperti pengendalian secara kimiawi dan mekanis. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan Herbisida. Ketersediaan herbisida di lapangan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu perlu adanya penggantian herbisida yang dapat menggantikan herbisida yang tidak tersedia. Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui efektivitas dari herbisida yang akan digunakan untuk menangani gulma. 

Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali dengan 10 macam perlakuan dosis. Angka % penutupan gulma digunakan sebagai indikator pertumbuhan gulma yang mempengaruhi tanaman utama. Baik pada perlakuan herbisida tunggal maupun perlakuan herbisida ganda, menunjukkan hasil bahwa perlakuan Karmex 80 WP dengan dosis 1,5 kg/Ha mampu menekan gulma lebih baik. Sedangkan pada perlakuan kombinasi 3 jenis herbisida, pada kombinasi dengan Karmex menujukkan penekanan pertumbuhan gulma lebih baik dibandingkan dengan kombinasi dengan diuron yang biasa dipakai oleh PTPN X.

UJI EFEKTIVITAS APLIKASI Trichogramma spp. MENGGUNAKAN APLIKATOR TSS 10 PADA DRONE DI KEBUN TS IPL KEBARON PG KREMBOONG

Serangan hama penggerek batang menyebabkan penurunan hasil gula sekitar 10%. Salah satu pengendalian hama penggerek tebu yang dapat dilakukan dengan cara pelepasan parasitoid dan yang dinilai paling efektif adalah menggunakan musuh alami (parasitoid) yaitu Trichogramma spp. dimana parasitoid ini dilepas di kebun dalam bentuk telur yang nantinya akan menetas dan memangsa semua stadia hama penggerek dari telur hingga hama penggerek dewasa. Aplikasi parasitoid secara manual dinilai kurang efektif karena kapasitasnya hanya kecil. Dengan menggunakan drone, telur parasitoid akan disebar dari atas pada ketinggian tertentu dan diharapkan telur tersebar lebih merata dan dalam waktu yang sangat singkat pada lahan yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan drone untuk aplikasi Trichogramma spp. dibandingkan dengan cara konvensional (pias lembar) pada lahan berat di musim penghujan. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai Mei 2021 di kebun HGU PG Pesantren Baru. Metode penelitian disusun menggunakan demoplot, yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu : (P1) Aplikasi pias lembar dan (P2) Aplikasi Trichogramma spp. dengan menggunakan drone. 

Aplikasi pias lembar maupun dengan drone dilakukan setiap minggu selama 10x (sesuai SOP pemasangan pias Trichogramma spp.). Pengamatan dilakukan setiap dua minggu sekali mulai 0 sampai dengan 10 Minggu Setelah Aplikasi (MSA), dengan parameter pengamatan tingkat serangan penggerek pucuk dan penggerek batang. Tingkat serangan penggerek pucuk perlakuan aplikasi Trichogramma spp. menggunakan drone pada pengamatan umur 4 MSA sampai dengan umur 12 MSA, menunjukkan hasil lebih tinggi apabila dibandingkan dengan menggunakan aplikasi pias lembaran. 

Pada umur 10 MSA sampai dengan umur 12 MSA, tingkat serangan penggerek batang pada perlakuan aplikasi Trichogramma sppmenggunakan drone menunjukkan hasil lebih rendah apabila dibandingkan dengan menggunakan aplikasi pias lembaran. Aplikasi Trichogramma spp. menggunakan drone akan lebih efektif diaplikasikan pada kondisi lahan ringan (jenis lahan berpasir) maupun di lahan berat (jenis lahan berlempung) yang dilakukan pada musim kemarau. Perlu adanya penelitian lanjutan berupa pengembangan modifikasi penyebaran telur supaya telur tetap dapat diaplikasikan pada musim penghujan dan di lahan jenis tanah berlempung, dimana ketika hujan terjadi genangan air

PRODUKTIVITAS DAN HASIL HABLUR BEBERAPA KLON TEBU UNGGUL HARAPAN (Saccharum spp. Hybrid) DI TIGA LOKASI

 Salah satu usaha dalam peningkatan produksi gula adalah pembentukan varietas yang berasal dari persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi produksi klon tebu unggul harapan di tiga lokasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Juli 2020 di 3 (tiga) lokasi. yaitu kebun E.5 HGU Jengkol PG Pesantren Baru, kebun H.8 HGU Onggoboyo PG Ngadiredjo dan kebun HGU Sambiroto PG Gempolkrep. Bahan tanam yang digunakan yaitu JSR 13-2015, JSR 13-1260, JSR 13-2161, JSR 13-1354 dengan varietas pembanding PS 881 dan Bululawang. 

Metode menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 (tiga) kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Jika terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan metode uji BNJ pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, tidak ada interaksi genotip dan lingkungan yang nyata, dari empat klon yang diuji di tiga lokasi menunjukkan bahwa secara rata-rata klon uji JSR 13-2015, JSR 13-1260 dan JSR 13-2161 menunjukkan hasil hablur diatas varietas pembanding Bululawang, dan tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding PS 881. Varietas uji JSR 13-2161 memiliki stabilitas yang baik di setiap lokasi pada parameter bobot tebu, rendemen dan hablur

PENGARUH APLIKASI DOLOMIT TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN TEBU

 PT. Perkebunan Nusantara X memiliki HGU seluas ± 3500 Ha yang dikelola oleh PG Pesantren Baru dan PG Ngadiredjo, Kediri. Berdasarkan data hasil analisis pH tanah HGU PG Pesantren Baru, Kediri tahun 2019, dari 51 kebun yang dianalisis, 13,73% atau 7 kebun termasuk kategori masam (pH < 5,5) dan 44 kebun atau 86,27% termasuk kategori agak masam (pH 5,5 - 6,5), hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap penyerapan unsur hara dan produktivitas tanaman. 

Salah satu upaya untuk menaikkan pH tanah, menurunkan kandungan atau kejenuhan Al, meningkatkan kandungan Ca dan/atau Mg, serta perbaikan ketersediaan P adalah dengan pemberian amelioran seperti kapur pertanian, gypsum dan dolomit. Oleh karena itu, perlu diuji coba aplikasi dolomit pada kebun yang memiliki pH rendah/masam di HGU PTPN X salah satunya HGU Jengkol, PG Pesantren Baru untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pH tanah dan produktivitas tanaman tebu. Percobaan aplikasi dolomit dilaksanakan di kebun A.4 HGU Jengkol PG Pesantren Baru pada bulan Juni s.d Juli MT.2020/2021 dengan kategori tanaman pertama (Plant Cane) dan kondisi pH tanah kebun < 5,5. Penggunakan pupuk Dolomit 2 ton/ha (P2) menghasilkan hablur/gula lebih tinggi dibandingkan kontrol dan perlakuan lainnya dengan selisih tambahan mencapai 1,27 ton hablur/gula per hektar atau setara dengan Rp. 6.711.810,-(53%) per hektar.

PENENTUAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN TEBU

 Penggunaan pupuk anorganik secara berlebih dan terus menerus dapat mengganggu keseimbangan tanah, menurunkan kesuburan tanah, dan akhirnya menurunkan hasil panen/produksi tanaman. Akibat dari kondisi tersebut maka perlu dicari solusi yang dapat memperbaiki kualitas tanah yang telah menurun. 

Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu alternatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, dan akan meningkatkan ketersediaan bahan organik dalam tanah. Bahan organik tanah memegang peranan penting dalam meningkatkan dan mempertahankan kesuburan kimia, fisika dan fisiko kimia serta biologi tanah, yangakan menentukan produktivitas tanaman dan keberlanjutan penggunaan lahan untuk pertanian. Percobaan dilakukan di kebun Soko.1 HGU Ngusri, PG Ngadiredjo, Kabupaten Blitar pada bulan Juli MT. 2020/2021, menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan 6 perlakuan x 4 ulangan, masingmasing plot terdiri dari 8 juring @ 8 meter. 

Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penggunaan penambahan kompos PG dan pupuk kompos kandang sapi dapat meningkatkan produktivitas tanaman tebu dan produksi hablur/gula per hektar dibanding tanpa penambahan kompos. Perlakuan penambahan pupuk kompos kandang sapi 5 ton/ha (P2) menunjukkan nilai tambah yang paling tinggi yaitu sebesar Rp. 5.960.000,- atau setara dengan 87,65%

PENENTUAN DOSIS PEMUPUKAN NITROGEN BERDASARKAN NOMOGRAF ANALISIS TANAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN TEBU

 Pemenuhan nutrisi tanaman melalui pemupukan menjadi faktor yang penting terhadap produktivitas tanaman. Saat ini, pemupukan yang dilakukan oleh petani berdasarkan paket pupuk dan mengikuti anjuran hasil analisa tanah. Cara ini tidak memperhitungkan jumlah unsur hara yang terkandung dalam tanah, padahal tanah mengandung unsur hara yang sangat bervariasi. Salah satu unsur hara yang penting dalam produktivitas dan pembentukan gula/rendemen adalah nitrogen (N). 

Percobaan dilakukan di kebun K.6 HGU Sumber Lumbu, PG Ngadiredjo pada bulan Juli MT.2020/2021 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan, dengan 4 kali ulangan. Adapun perlakuan pemberian pupuk anorganik N sesuai Nomograf, dilakukan penambahan dosis sebanyak 10-50% dari total hasil analisa. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan dosis pupuk N berdasar analisa nomograf antara 20% s.d 50% dapat memberikan hasil bobot tebu dan hablur yang berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol. 

Perlakuan P2 (penambahan dosis pupuk N hasil nomograf + 20%) memberikan nilai tambah yang paling tinggi yaitu sebesar Rp. 11.263.640,- atau setara dengan 95,1%

Thursday 2 December 2021

KUNJUNGAN AKUNTAN PUBLIK KE PUSLIT GULA

 




Kunjungan tim Kantor Akuntan Publik ke Puslit Gula Jengkol pada hari Kamis, 18 Nopember 2021. Dalam kunjungannya, tim KAP yang diketuai oleh Ibu Anas melihat proses aklimatisasi benih dari kultur jaringan dan mendapat beberapa penjelasan dari Kepala Puslit Gula Jengkol ibu Alfarina mengenai penjenjangan kebun benih yang ada di PTPN X

@holdingperkebunan
@ptpnx
@anakkebun10


#BUMNUntukIndonesia
#AKHLAKBUMN
#10Bisa
#SepuluhBisa
#PTPNSolidPTPNMaju
#ptpnx
#puslitgulaptpnx
#puslitgulaptpn10
#puslitgulajengkol

Monday 22 June 2020

RATING VARIETAS DI PG GEMPOLKREP


Pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2020, Puslit Gula menghadiri acara rating varietas di PG Gempolkrep, di kebun Orvar HGU Sambiroto. 

Tuesday 17 December 2019

National Sugar Summit 2019

Puslit Gula PTPN X turut berpartisipasi dalam National Sugar Summit 2019 di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya pada tanggal 12-13 Desember 2019.

Wednesday 11 December 2019

Pertemuan Teknis Uji Profisiensi Balai Penelitian Tanah 2019


Dua orang personel Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk Puslit Gula PTPN X yakni Lhaksmi Ermayani (Penyelia) dan Purwo Nurhadianto, S.Pd.Kim (Analis) mengikuti Pertemuan Teknis Uji Profisiensi Balai Penelitian Tanah tahun 2019 untuk komoditi tanah, tanaman dan pupuk organik padat yang bertempat di Gedung Agrosinema Balai Penelitian Tanah, Bogor (10/12).

Saturday 7 December 2019

Tim Peneliti LIPI Kunjungi Puslit Gula PTPN X






Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yaitu Prof. Dr. Euis Hermiati dan Riska Surya Ningrum, M.Sc. (Puslit Biomaterial), Ahmad Thontowi, M.Si. (Puslit Bioteknologi) dan Dr. Rislima F. Sitompul (Puslit Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi) berkunjung ke Puslit Gula PTPN X pada tanggal 5-6 Desember 2019 dan diterima langsung oleh Kapuslit Gula PTPN X, Purnomo Aji, S.P. beserta staf. 

Tuesday 23 April 2019

KUNJUNGAN PERWAKILAN PETANI KPTR ROSAN MAKMUR PG GEMPOLKREP


Pada hari senin tanggal 22 April 2019 di Puslit Gula kedatangan perwakilan petani dari PG Gempolkrep berjumlah 35 orang. Adapun kunjungan tersebut di sambut baik oleh Ibu Nanik S. (Kepala Sie Budidaya), Alfarina K.S. (Kepala SIe Pemuliaan Tanaman) dan Sandi Gunawan (Kepala Sie Kesuburan tanah dan Pupuk). 

Friday 1 March 2019

Kunjungan Kepala Bagian Tanaman Semusim PTPN XII


Kunjungan Kepala Bagian Tanaman Semusim PTPN XII (Bpk. Ir. Ery Warman, M.M.) dan Kepala Bagian Pemasaran PTPN XII (Bpk. Ir. Winarto) ke Puslit Gula PTPN X dalam rangka melihat dan mempelajari beberapa implemen yang digunakan untuk pengelolaan dan pengembalian sisa hasil panen tebu (trash management) seperti rotary mulcher/trash shredder dan wheel trash rake/hay rake yang dimiliki dan digunakan oleh Puslit Gula PTPN X.

Tuesday 19 February 2019

Kunjungan Tim Puslit Gula PTPN X ke Kompartemen Riset PT. Petrokimia Gresik


Pada hari Selasa, 19 Februari 2019 Tim Puslit Gula Studi Banding ke Kompartemen Riset PT. Petrokimia Gresik dalam rangka studi banding penerapan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025 : 2017 dan penerapan metode pengujian pupuk organik serta pupuk anorganik sesuai SNI.

Thursday 31 January 2019

Uji Efektifitas Pestisida Slow Release Bahan Dasar Ekstrak Tembakau Terhadap Hama Gudang Corcyra Cephalonica


Oleh : Dita Widi Atmaja

PENDAHULUAN

Produk pascapanen  merupakan  bagian  tanaman  yang dipanen  dengan  berbagai  tujuan  terutama  untuk memberikan  nilai  tambah  dan  keuntungan  bagi petani maupun konsumen (Wagianto, 2008). Produk pascapanen    yang  disimpan di  dalam  gudang tradisional  maupun  gudang  modern  sering mendapat  gangguan  dari  serangga  hama. Gangguan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan  dan  kehilangan  berat bahan.

Monday 28 January 2019

PEMBIAKAN SERANGGA HAMA GUDANG (Corcyra cephalonica) SEBAGAI INANG Trichogramma spp. PADA BERBAGAI MEDIA



Oleh : Sabar Dwi Komarrudin

ABSTRAK

Pengendalian Hama Penggerek Tebu di PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) dilakukan dengan pelepasan massal parasitoid telur Trichogramma spp. Dalam proses produksi parasitoid telur tersebut digunakan telur inang pengganti yaitu serangga hama gudang Corcyra Cephalonica.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media pembiakan yang paling efisien untuk perbanyakan C. cephalonica sebagai inang pengganti Trichogramma spp.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hayati, Pusat Penelitian Gula, PTPN X pada bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu T1 (media pembiakan menggunakan nampan plastik dan tutup triplek), T2 (media pembiakan menggunakan toples plastik) dan T3 (media pembiakan menggunakan kotak kayu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembiakan paling efisien adalah pada perlakuan T2. Pada perlakuan menggunakan media pembiakan toples plastik waktu munculnya imago tercepat (40 hari setelah penaburan telur), jumlah imago yang muncul tertinggi (1.179 ekor), umur imago terlama (5 hari), nisbah kelamin jantan: betina adalah 1:1, serta biaya pembuatan media pembiakan paling murah (Rp.50.000).

Kata Kunci: Media, Corcyra cephalonica, pembiakan massal, Trichogramma spp

Tuesday 11 December 2018

Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III: Sumberdaya dan Kebijakan Pembangunan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya


Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III: Sumberdaya dan Kebijakan Pembangunan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 01 Desember 2018



Oleh : Sabar Dwi Komarrudin



Abstrak

Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto merupakan salah satu Pabrik Gula terbesar di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara X. Kecamatan Mantup yang berada di Kabupaten Lamongan merupakan salah satu wilayah binaan PG Gempolkrep. Keberhasilan Pengembangan Tebu Rakyat adalah bagaimana pihak-pihak terkait yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menjalankan peran untuk meningkatkan produktivitas tebu dan memenuhi pasokan bahan baku gula yang dibutuhkan pabrik gula. PG Gempolkrep manjalik kemitraan dengan KPTR Rosan Makmur dalam pengembangan areal tebu di Kecamatan Mantup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan komparatif. Data diperoleh dengan wawancara dan penelusuran dokumen, literatur atau laporan-laporan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peraan Pabrik Gula dan Koperasi dalam pengembangan tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran PG Gempolkrep dan KPTR Rosan Makmur dalam pengembangan tebu di Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan sangat penting. Kemitraan yang terjalin secara baik dapat meningkatkan luas areal dan produksi tebu. Begitu juga dalam hal penyaluran kredit dari bank juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.


Thursday 6 December 2018

Implementasi Pertanian Berkelanjutan di PTPN X Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem Dan Meningkatkan Produktivitas


Implementasi Pertanian Berkelanjutan di PTPN X Untuk  Menjaga Keseimbangan Ekosistem Dan Meningkatkan Produktivitas
Oleh : Dita Widi Atmaja

Abstrak
PTPN X menerapkan pertanian berkelanjutan dalam rangka mewujudkan peningkatkan produktivitas secara berkelanjutan sesuai kaidah pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Wujud nyata tersebut antara lain; ¹Menjaga keseimbangan ekositem dalam tanah dengan pengembalian sisa tanaman seperti seresah, daduk tebu, blotong, abu ketel dan pemberian biokompos untuk menjaga kesuburan tanah. ²Menerapkan masa tanam optimal dengan harapan lingkungan dapat memenuhi kebutuhan tanaman secara optimal. ³Penggunaan agensia hayati Trichograma sp, Cotesia flavipes dan lalat jatiroto untuk mengendalikan hama penggerek tebu serta metarizium sebagai pengendali uret. Pengendalian penyakit dengan menggunakan varietas tahan, tidak menanam varietas rentan penyakit di daerah endemik penyakit dimaksud, pembibitan berjenjang yang terencana untuk menjaga kemurnian dan kesehatan bibit, Perlakuan air panas pada KBN untuk mengeliminasi berbagai penyakit. Pengunaan kebun bibit yang lolos uji sertifikasi, penghilangan sumber inokulum dengan eradikasi tanaman terinfeksi penyakit. Perlindungan bahan tanam dengan fungisida hanya pada varietas rentan didaerah endemik. Pengendalian gulma diawali pemetaan dan identifikasi gulma dikebun PTPN X untuk menentukan cara pengendalian. Pengendalian berbagai gulma merambat berdasarkan siklus waktu berbunga. Penentuan komposisi maupun dosis herbisida dan waktu aplikasi herbisida yang tepat sehingga pemakaiannya dapat ditekan serendah mungkin. Langkah-langkah tersebut merupakan peran PTPN X sebagai bagian dari segitiga ekosistem untuk menjaga keseimbangan ekosistem sehingga kesuburan tanah, gangguan OPT, dan pertumbuhan tanaman tebu dapat optimal dalam jangka waktu yang panjang.

KEGIATAN SEMINAR NASIONAL PEMBANGUNAN PERTANIAN III DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Kegiatan Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III
Di Universitas Brawijaya 
Tgl. 1 Desember 2018

Oleh : Sabar Dwi Komarrudin, S.P.
Dita Widi Atmaja, S.P.


I.      Dasar
1.    Surat Tugas PT. Perkebunan Nusantara X No. IC-PERPG/18.175 Tanggal 28 November 2018.

II.      Latar Belakang
Pertanian adalah pondasi dasar ekonomi bangsa, dengan pembangunan pertanian yang baik akan berimbasa pada perekonomian yang stabil. Pembangunan pertanian terhadap perekonomian suatu bangsa adalah berbanding lurus. Suatu bangsa dapat dikatakan menjadai bangsa yang maju apabila seluruh kebutuhan primer rakyatnya terpenuhi yaitu pangan. Teknologi mobile juga dapat digunakan inovasi pertanian. Ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bagi petani dalam mengakses informasi tentang komoditas pertanian melalui layanan informasi tentang komoditas pertanian. Layanan informasi berbasis mobile diperlukan pada saat petani membutuhkan informasi pertanian yang cepat. Sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk mengetahuinya, terutama tentang komoditas seperti harga bibit dan ketersediaan pupuk, harga komoditas di pasar, luas tanaman komoditas, prediski masa panen dan sarana panen dan sarana untuk mengumpulkan kelompok tani.

Thursday 15 November 2018

PUSLIT GULA MENGIKUTI SEMINAR SEHARI DI BALITTAS DALAM TEMA “STATUS DAN INOVASI TEKNOLOGI TANAMAN TEBU” DI MALANG – JAWA TIMUR


Pada Tanggal 15 Nopember 2018 Puslit Gula mengikuti seminar dan mengisi pameran sehari di Balai Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) di Malang.

Seminar hasil proyek ACIAR HORT/2012/083 kerjasama antara SRA (Sugar Research Australia), P3GI, BALITTAS, dan IPB dengan fokus utma kegiatan penelitian Pengendalian Terpadu Penyakit Mosaik Bergaris pada Tebu di Indonesia dilaksanakan selama sehari tanggal 15 November 2018 di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang. Seminar ini diiukuti oleh sekitar 252 orang yang berasal dari peneliti, akademisi, petani, pemangku kebijakan, BUMN, dan Swasta yang bergerak di bidang tebu/gula.