Thursday, 6 June 2013

Kendalikan Hama Uret Untuk Tingkatkan Produktivitas




Upaya peningkatan produksi gula melalui peningkatan produktivitas tanaman terus dilakukan oleh PTPN X (Persero). Berbagai cara yang dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman tebu antara lain penggunaan bibit atau varietas unggul dan sehat, penerapan mekanisasi pertanian, penyedian air, penggunaan pupuk yang berimbang, serta pengendalian hama penyakit. Salah satu hama penting yang terdapat di wilayah kerja PTPN X adalah uret. Uret merupakan hama endemik di HGU Jengkol, PG Pesantren Baru dan HGU Sumber Lumbu, PG Ngadiredjo. Sebagian besar jenis uret yang menyerang tanaman tebu adalah Lepidiota stigma dan Euchlora viridis. Namun, jenis uret yang paling banyak menimbulkan kerugian pada pertanaman tebu di Jawa khususnya di wilayah PTPN X adalah Lepidiota stigma.



Oleh karena itu, PTPN X bekerjasama dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) melakukan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Uret. Salah satu dari rangkaian kerjasama tersebut adalah dilaksanakannya Pelatihan Pengendalian Terpadu Hama Uret Pada Tanaman Tebu pada tanggal 12-13 Desember 2012 lalu di HGU Sumber Lumbu. Menindaklanjuti pelatihan hama uret tersebut, Puslit Gula Jengkol PTPN X (Persero) bersama P3GI mengadakan praktek aplikasi PHT uret dengan jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae dan aplikasi insektisida Imidaclopit pada tanggal 4 Juni lalu yang diikuti oleh perwakilan SKW dan RC QC On Farm seluruh Pabrik Gula se-PTPN X serta Unit Pengembangan Tuban Bojonegoro dan Madura, serta Puslit Gula Jengkol yang dihelat di HGU Sumber Lumbu, PG Ngadiredjo.



 
Menurut Dra. M.A. Sri Hartati, Kasie Proteksi Tanaman Puslit Gula, “kegiatan ini mengawali rangkaian kegiatan percobaan Demoplot PHT uret dengan jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae yang akan dilakukan pada MT. 2013/2014 di HGU Sumber Lumbu”. Selain itu, akan dilakukan pembuatan peta intensitas serangan hama uret di HGU Sumber Lumbu sebagai dasar untuk menentukan kebijakan pengendalian yang perlu dilakukan terhadap setiap petak kebun. Diharapkan dengan adanya pengendalian hama terpadu uret ini, dapat menekan dan mengendalikan populasi hama di wilayah kerja PTPN X sehingga target produktivitas dapat dicapai. (Sandi)