Kantor Pusat Penelitian Gula

Penataran Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kediri 64175 - Jawa Timur.

Laboratorium Kultur Jaringan

Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman tebu.

Laboratorium Tanah, Pupuk dan Daun

Laboratorium Pengujian Tanah, Pupuk Dan Daun (Tanaman Tebu)

Pelayanan Bibit

Pelayanan Bibit di Wilayah PTPN X.

'Bangsal Persilangan

Persilangan Tanaman Tebu.

Laboratorium Hama dan Penyakit

Laboratorium Hama dan Penyakit (Tanaman Tebu).

Mekanisasi

Implemen mekanisasi di Pusat Penelitian Gula.

Pages

Tuesday, 23 April 2019

KUNJUNGAN PERWAKILAN PETANI KPTR ROSAN MAKMUR PG GEMPOLKREP


Pada hari senin tanggal 22 April 2019 di Puslit Gula kedatangan perwakilan petani dari PG Gempolkrep berjumlah 35 orang. Adapun kunjungan tersebut di sambut baik oleh Ibu Nanik S. (Kepala Sie Budidaya), Alfarina K.S. (Kepala SIe Pemuliaan Tanaman) dan Sandi Gunawan (Kepala Sie Kesuburan tanah dan Pupuk). 

Friday, 1 March 2019

Kunjungan Kepala Bagian Tanaman Semusim PTPN XII


Kunjungan Kepala Bagian Tanaman Semusim PTPN XII (Bpk. Ir. Ery Warman, M.M.) dan Kepala Bagian Pemasaran PTPN XII (Bpk. Ir. Winarto) ke Puslit Gula PTPN X dalam rangka melihat dan mempelajari beberapa implemen yang digunakan untuk pengelolaan dan pengembalian sisa hasil panen tebu (trash management) seperti rotary mulcher/trash shredder dan wheel trash rake/hay rake yang dimiliki dan digunakan oleh Puslit Gula PTPN X.

Tuesday, 19 February 2019

Kunjungan Tim Puslit Gula PTPN X ke Kompartemen Riset PT. Petrokimia Gresik


Pada hari Selasa, 19 Februari 2019 Tim Puslit Gula Studi Banding ke Kompartemen Riset PT. Petrokimia Gresik dalam rangka studi banding penerapan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025 : 2017 dan penerapan metode pengujian pupuk organik serta pupuk anorganik sesuai SNI.

Thursday, 31 January 2019

Uji Efektifitas Pestisida Slow Release Bahan Dasar Ekstrak Tembakau Terhadap Hama Gudang Corcyra Cephalonica


Oleh : Dita Widi Atmaja

PENDAHULUAN

Produk pascapanen  merupakan  bagian  tanaman  yang dipanen  dengan  berbagai  tujuan  terutama  untuk memberikan  nilai  tambah  dan  keuntungan  bagi petani maupun konsumen (Wagianto, 2008). Produk pascapanen    yang  disimpan di  dalam  gudang tradisional  maupun  gudang  modern  sering mendapat  gangguan  dari  serangga  hama. Gangguan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan  dan  kehilangan  berat bahan.

Monday, 28 January 2019

PEMBIAKAN SERANGGA HAMA GUDANG (Corcyra cephalonica) SEBAGAI INANG Trichogramma spp. PADA BERBAGAI MEDIA



Oleh : Sabar Dwi Komarrudin

ABSTRAK

Pengendalian Hama Penggerek Tebu di PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) dilakukan dengan pelepasan massal parasitoid telur Trichogramma spp. Dalam proses produksi parasitoid telur tersebut digunakan telur inang pengganti yaitu serangga hama gudang Corcyra Cephalonica.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media pembiakan yang paling efisien untuk perbanyakan C. cephalonica sebagai inang pengganti Trichogramma spp.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hayati, Pusat Penelitian Gula, PTPN X pada bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu T1 (media pembiakan menggunakan nampan plastik dan tutup triplek), T2 (media pembiakan menggunakan toples plastik) dan T3 (media pembiakan menggunakan kotak kayu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembiakan paling efisien adalah pada perlakuan T2. Pada perlakuan menggunakan media pembiakan toples plastik waktu munculnya imago tercepat (40 hari setelah penaburan telur), jumlah imago yang muncul tertinggi (1.179 ekor), umur imago terlama (5 hari), nisbah kelamin jantan: betina adalah 1:1, serta biaya pembuatan media pembiakan paling murah (Rp.50.000).

Kata Kunci: Media, Corcyra cephalonica, pembiakan massal, Trichogramma spp

Tuesday, 11 December 2018

Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III: Sumberdaya dan Kebijakan Pembangunan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya


Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III: Sumberdaya dan Kebijakan Pembangunan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 01 Desember 2018



Oleh : Sabar Dwi Komarrudin



Abstrak

Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto merupakan salah satu Pabrik Gula terbesar di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara X. Kecamatan Mantup yang berada di Kabupaten Lamongan merupakan salah satu wilayah binaan PG Gempolkrep. Keberhasilan Pengembangan Tebu Rakyat adalah bagaimana pihak-pihak terkait yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menjalankan peran untuk meningkatkan produktivitas tebu dan memenuhi pasokan bahan baku gula yang dibutuhkan pabrik gula. PG Gempolkrep manjalik kemitraan dengan KPTR Rosan Makmur dalam pengembangan areal tebu di Kecamatan Mantup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan komparatif. Data diperoleh dengan wawancara dan penelusuran dokumen, literatur atau laporan-laporan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peraan Pabrik Gula dan Koperasi dalam pengembangan tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran PG Gempolkrep dan KPTR Rosan Makmur dalam pengembangan tebu di Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan sangat penting. Kemitraan yang terjalin secara baik dapat meningkatkan luas areal dan produksi tebu. Begitu juga dalam hal penyaluran kredit dari bank juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.


Thursday, 6 December 2018

Implementasi Pertanian Berkelanjutan di PTPN X Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem Dan Meningkatkan Produktivitas


Implementasi Pertanian Berkelanjutan di PTPN X Untuk  Menjaga Keseimbangan Ekosistem Dan Meningkatkan Produktivitas
Oleh : Dita Widi Atmaja

Abstrak
PTPN X menerapkan pertanian berkelanjutan dalam rangka mewujudkan peningkatkan produktivitas secara berkelanjutan sesuai kaidah pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Wujud nyata tersebut antara lain; ¹Menjaga keseimbangan ekositem dalam tanah dengan pengembalian sisa tanaman seperti seresah, daduk tebu, blotong, abu ketel dan pemberian biokompos untuk menjaga kesuburan tanah. ²Menerapkan masa tanam optimal dengan harapan lingkungan dapat memenuhi kebutuhan tanaman secara optimal. ³Penggunaan agensia hayati Trichograma sp, Cotesia flavipes dan lalat jatiroto untuk mengendalikan hama penggerek tebu serta metarizium sebagai pengendali uret. Pengendalian penyakit dengan menggunakan varietas tahan, tidak menanam varietas rentan penyakit di daerah endemik penyakit dimaksud, pembibitan berjenjang yang terencana untuk menjaga kemurnian dan kesehatan bibit, Perlakuan air panas pada KBN untuk mengeliminasi berbagai penyakit. Pengunaan kebun bibit yang lolos uji sertifikasi, penghilangan sumber inokulum dengan eradikasi tanaman terinfeksi penyakit. Perlindungan bahan tanam dengan fungisida hanya pada varietas rentan didaerah endemik. Pengendalian gulma diawali pemetaan dan identifikasi gulma dikebun PTPN X untuk menentukan cara pengendalian. Pengendalian berbagai gulma merambat berdasarkan siklus waktu berbunga. Penentuan komposisi maupun dosis herbisida dan waktu aplikasi herbisida yang tepat sehingga pemakaiannya dapat ditekan serendah mungkin. Langkah-langkah tersebut merupakan peran PTPN X sebagai bagian dari segitiga ekosistem untuk menjaga keseimbangan ekosistem sehingga kesuburan tanah, gangguan OPT, dan pertumbuhan tanaman tebu dapat optimal dalam jangka waktu yang panjang.

KEGIATAN SEMINAR NASIONAL PEMBANGUNAN PERTANIAN III DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Kegiatan Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III
Di Universitas Brawijaya 
Tgl. 1 Desember 2018

Oleh : Sabar Dwi Komarrudin, S.P.
Dita Widi Atmaja, S.P.


I.      Dasar
1.    Surat Tugas PT. Perkebunan Nusantara X No. IC-PERPG/18.175 Tanggal 28 November 2018.

II.      Latar Belakang
Pertanian adalah pondasi dasar ekonomi bangsa, dengan pembangunan pertanian yang baik akan berimbasa pada perekonomian yang stabil. Pembangunan pertanian terhadap perekonomian suatu bangsa adalah berbanding lurus. Suatu bangsa dapat dikatakan menjadai bangsa yang maju apabila seluruh kebutuhan primer rakyatnya terpenuhi yaitu pangan. Teknologi mobile juga dapat digunakan inovasi pertanian. Ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bagi petani dalam mengakses informasi tentang komoditas pertanian melalui layanan informasi tentang komoditas pertanian. Layanan informasi berbasis mobile diperlukan pada saat petani membutuhkan informasi pertanian yang cepat. Sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk mengetahuinya, terutama tentang komoditas seperti harga bibit dan ketersediaan pupuk, harga komoditas di pasar, luas tanaman komoditas, prediski masa panen dan sarana panen dan sarana untuk mengumpulkan kelompok tani.

Thursday, 15 November 2018

PUSLIT GULA MENGIKUTI SEMINAR SEHARI DI BALITTAS DALAM TEMA “STATUS DAN INOVASI TEKNOLOGI TANAMAN TEBU” DI MALANG – JAWA TIMUR


Pada Tanggal 15 Nopember 2018 Puslit Gula mengikuti seminar dan mengisi pameran sehari di Balai Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) di Malang.

Seminar hasil proyek ACIAR HORT/2012/083 kerjasama antara SRA (Sugar Research Australia), P3GI, BALITTAS, dan IPB dengan fokus utma kegiatan penelitian Pengendalian Terpadu Penyakit Mosaik Bergaris pada Tebu di Indonesia dilaksanakan selama sehari tanggal 15 November 2018 di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang. Seminar ini diiukuti oleh sekitar 252 orang yang berasal dari peneliti, akademisi, petani, pemangku kebijakan, BUMN, dan Swasta yang bergerak di bidang tebu/gula.