Monday, 25 February 2013

Tanah Subur Produksi Maksimal

Oleh : Eky Yusti Nugroho

PTPN X mengepakkan sayapnya selebar sayap burung garuda, yang menjadi lambang bangsa Indonesia, dengan merangkul PG Bone, PG Caming dan PG Takalar, PTPN X siap bersaing di pasar global demi meraih laba yang besar. Tak kalah heboh perusahaan yang bergerak dibidang pergulaan nasional tersebut akan mengubah pulau garam Madura menjadi pulau gula. Dimana pulau yang terkenal dengan karapan sapi tersebut, merupakan wilayah pengembangan PTPN X yang akan dibangun pabrik gula guna pemberdayaan masyarakat Madura serta meningkatkan pandapatan perusahaan. Oleh karena itu peningkatan kesuburan tanah perlu dilakukan demi mewujudkan impian perusahaan menuju produksi dan produktivitas yang maksimal.

 Peningkatan kesuburan tanah sangat mutlak dibutuhkan. Seperti halnya jika kita mempunyai air dalam gelas jika dibiarkan saja tidak diisi maka tidak akan penuh. Menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu tanah sangat diperlukan guna meningkatkan kesuburan tanah diwilayah masing-masing pabrik gula. Karena kesuburan tanah merupakan kunci utama untuk memperoleh produktifitas yang tinggi. Jika tanahnya saja sudah kurus bagaimana produktivitas bisa maksimal.

Perusahaan perkebunan milik BUMN tersebut memiliki areal yang cukup luas. Akan tetapi hasil rata-rata bahan organik dalam tanah sangat memprihatinkan yaitu dibawah 2%. Oleh sebab itu berbagai cara telah dilakukan untuk meningkatan bahan organik didalam tanah. Seperti pengurangan pupuk anorganik serta memperbanyak pupuk organik adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanah yang paling tepat. Rotasi tanaman juga perlu di lakukan supaya tanah tidak terforsir terus menerus yang menjadikan tanah kurus. Maka dari itu perlu penanaman pupuk hijau untuk menggantikan unsur hara yang telah habis terserap oleh tanaman tebu. Tanah yang sudah di pakai produksi terus menerus juga perlu di istirahatkan, agar tanah bisa bernafas serta racun yang ada dalam tanah bisa keluar sehingga kesuburan tanah tetap terjaga.

Berbagai penelitian telah dilakukan guna meningkatkan kesuburan tanah. Pada kondisi tanah yang kritis ini, mikroorganisme tanah sangat kecil dapat bertahan hidup sehingga aktivitas biologi tanah sangat minim, padahal sangat banyak mikroorganisme dalam tanah yang dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan menambat unsur hara dari udara[1].

Pemberian kompos (abu+blotong) dengan dosis 100 ton perhektar merupakan salah satu cara agar peningkatan bahan organik tanah bisa naik secara signifikan. Bahan organik pada tanah identik dengan fungsi jantung pada manusia. Bila mana jantung tidak berfungsi maka rusaklah seluruh organ lainnya. Maka dari itu regenerasi tanah sangatlah di perlukan demi memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Agar tanah bisa berproduksi secara maksimal.

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang, berbagai cara telah dilakukan demi kemajuan perusahaan. Begitu pula PTPN X yang selalu mempunyai inovasi-inovasi baru demi terwujudnya cita-cita perusahaan dan siap bersaing di pasar global. Untuk itu teknologi-teknologi baru perlu dicoba guna meningkatkan kapasitas produksi. Seperti di HGU Jengkol PG Pesantren Baru yang tiap tahun pada musim kering selalu kekurangan air oleh karena itu diadakannya teknologi Drip Irrigation yang sangat bermaanfat dan mengatasi permasalahan kekeringan di wilayah tersebut. Teknologi-teknologi baru tidak akan berjalan baik jika tidak di dukung oleh sumberdaya manusia yang berkompeten. Maka dari itu pentingnya sumber daya manusia yang bisa membawa maju perusahaan demi keselarasan dan keseimbangan dalam pekerjaan.

Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan berkelanjutan merupakan program pemerintah dalam pembangunan perkebunan 5 tahun ke depan. Program ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan melalui rehabilitasi, intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi yang didukung oleh penyediaan benih bermutu, dan sarana produksi[2]. Pengelolaan lahan serta perbaikan kesuburan tanah adalah cara yang tepat untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional. Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, Industri gula nasional mengalami penurun baik dari segi produksi dan luas areal perkebunan, meskipun beberapa upaya serius untuk perbaikan terus dilakukan, produksi gula tebu nasional tetap menurun. Pabrik gula di lingkup PTPN X telah bekerja keras dengan melaksanakan program percepatan peningkatkan produksi tebu. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan produktifitas pabrik gula dalam mendukung tahapan pencapaian swasembada gula nasional pada tahun 2014[3].
Kesuburan tanah merupakan harga mati untuk memperoleh produksi yang maksimal. Sebagai perusahan yang sangat berpengaruh terhadap pergulaan nasional. PTPN X menjadi cermin dan contoh berbagai elemen masyarakat. Kerjasama antar unit untuk saling meningkatkan kesuburan tanah masing-masing pabrik gula sangat diperlukan untuk terwujudnya produksi maksimal.

 
DAFTAR PUSTAKA





[1] Yass Arlina, 2012. Memperbaiki Kesuburan Tanah diunduh dari .http://yassarlina.wordpress.com/2012/07/24/memperbaiki-
   kesuburan-tanah-hgu/ ,tanggal unduh 22 januari 2013 ,Jembatan Merah Surabaya.
[2]  Julian Iverson , S . 2012. Direktur Sugar Group Lulus Doktor Cumlaude diunduh dari./ugm.ac.id/index. index.php  ?page=rilis&artikel=4898., tanggal unduh 25 januari, Penerbit Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
[3]  Mukti Sardjono, Program-Pembangunan-Perkebunan-Peningkatan-Produksi-Produktivitas-dan-Mutu-Tanaman- Perkebunan- Berkelanjutan.diunduh dari  http://ditjenbun deptan.go.id  /sekretariat/index.php? option=com_content &view=article&id=68: &catid=13: hotnews, tanggal unduh 1 februari 2012, Jakarta