Monday, 21 October 2013

PRAKIRAAN AWAL MUSIM HUJAN TAHUN 2013/2014




Permulaan Musim Hujan ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan Musim hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya. Dasarian adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam 1 bulan dibagi 3 dasarian yaitu : Dasarian I (tanggal 1 – 10), Dasarian II (tanggal 11 – 21) dan Dasarian III (tanggal 21 – akhir bulan). Zona Musim (ZOM) adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau. Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. Curah Hujan (mm) merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 milimeter atau tertampung air sebanyak 1 liter. Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Hujan) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).



Prakiraan permulaan Musim Hujan Tahun 2013 di Jawa Timur (Wilayah Kerja Pabrik Gula PTPN X)  berdasarkan Zona Musim adalah sebagai berikut :


                      Download Tabel


 Secara garis besar dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Awal Musim Hujan 2013/2014 di 60 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Oktober 2013 (32 ZOM/53,3%), dan Nopember 2013 (25 ZOM/41,7%). Hanya sebagian wilayah atau ZOM saja yang mulai hujan pada bulan September 2013 (3 ZOM/5%).

2. Sifat hujan selama Musim Hujan 2013/2014 dapat dibagi sebagai berikut yaitu 32 ZOM (53,3%) diprakirakan Atas Normal (AN), 22 ZOM (36,7%) Normal (N), dan 6 ZOM (10,0%) Bawah Normal (BN).

3. Jumlah curah hujan selama Musim Hujan 2013/2014 di sebagian besar Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur, diprakirakan berkisar antara 1001 – 2000 mm, kecuali Bangkalan bagian Selatan, Sampang bagian Barat dan Selatan, Sumenep bagian Tenggara dan Timur curah hujannya kurang dari 1000 mm. Sedangkan Bojonegoro bagian Barat Daya, daerah sekitar Gunung Wilis, Mojokerto bagian Selatan, dan Malang bagian Timur dan Tenggara curah hujannya selama musim hujan lebih dari 2000 mm.

Prakiraan Awal Musim Hujan 2013/2014 ini kiranya dapat digunakan sebagai antisipasi atau acuan tanam untuk kebun Tebu Giling MT. 2013/2014,  KBD MT. 2014/2015, dan tanam Pola B Tebu Giling MT. 2013/2014.



 



Sumber : Buku Informasi Prakiraan Musim Hujan Tahun 2013/2014 Edisi Tahun XX No.115 September 2013, BMKG Stasiun Karangploso Malang.